Konten

Mengembangkan Prosedur dan Kebijakan Organisasi Asesmen

13 Des 2020 282 Modul Asesor Kompetensi

Mengembangkan Prosedur dan Kebijakan Organisasi Asesmen

Mengembangkan Prosedur dan Kebijakan Organisasi Asesmen termasuk salah satu unit yang harus dikuasai seorang Master Asesor Kompetensi BNSP. Diambil dari SKKNI Nomor 161 Tahun 2015 Bidang Standarisasi, Pelatihan dan Sertifikasi.

Unit Kompetensi Master Asesor

Unit Kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang master asesor antara lain

ini adalah sebagai berikut :

  1. P.85ASM00.003.2   Melaksanakan Asesmen
  2. P.854900.047.01   Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen
  3. P.854900.044.01   Mengembangkan Kebijakan dan Prosedur Organisasi Asesmen
  4. P.85ASM00.004.01   Mengelola Pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi Kompetensi
  5. P.854900.045.01   Melaksanakan Evaluasi Asessmen
  6. P.85ASM00.002.02   Mengembangkan Perangkat Asesmen
  7. P.854900.003.01   Merumuskan Standar Kompetensi
  8. P.854900.010.01   Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
  9. P.854900.016.01   Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
  10. P.854900.017.01   Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka
  11. P.854900.023.01   Mengevaluasi Kualitas Suatu Program Pelatihan
  12. P.854900.011.01   Menyusun Program Pelatihan
  13. P.854900.018.01   Melaksanakan Pelatihan Jarak Jauh

Tahapan / Elemen Kompetensi

  1. Mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk pengembangan kebijakan dan prosedur 
  2. Mengembangkan kebijakan dan prosedur
  3. Mengidentifikasikan persyaratan untuk implementasi
  4. Memonitor dan mengkaji ulang kebijakan dan prosedur

Kebijakan

Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.

Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya. Kebijakan juga dapat diartikan sebagai mekanisme politis, manajemen, finansial, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit.

Pengembangan Organisasi

Pengembangan Organisasi secara garis besar meliputi 3 (tiga) hal yang saling terkait, yakni :

  1. Perilaku Organisasi (Organization Behavior),
  2. Struktur Organisasi (Organization Structure)
  3. Sistem Proses Organisasi (Organization System & Process).

Mengumpulkan dan menganalisa informasi

Terdapat 5 Kriteria unjuk kerja atau indikator pencapaian dari proses ini yaitu:

  1. Kebijakan dan prosedur yang spesifik dikembangkan dan dikonfirmasikan dengan personel terkait, termasuk tujuannya.
  2. Persyaratan organisasi/hukum yang terkini dan relevan dicari untuk menentukan fokus dari

master asesor kompetensi

avatar

Olehadmin

0 0 0 282

Apakah artikel ini membantu ?

0 Komentar
avatar
Visitor