Konten

Pentingnya Sertifikasi Profesi. Bagi Pekerja dan Calon Pekerja

30 Apr 2021 83 sertifikasi daerah Materi Uji Kompetensi

Pentingnya Sertifikasi Profesi. Bagi Pekerja dan Calon Pekerja

Pentingnya Sertifikasi Profesi dari LSP bagi Pekerja dan Calon Pekerja, Perusahaan, Lembaga Pendidikan dan Pemerintah.


Kendala Pencari Kerja

Ada beberapa kendala yang dialami oleh seseorang yang ingin masuk ke dunia industri sebagai profesional di bidangnya. Terutama bagi fresh graduate yang ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa menerapkan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari di kampus atau sekolah. Kendala tersebut merupakan hal lumrah di Indonesia karena beberapa faktor baik dari pribadi, lingkungan maupun regulasi.

A. Kepercayaan Diri

Percaya diri merupakan hal mutlak bagi seseorang untuk masuk ke dunia kerja. Bagaimana industri mau menerima dan berkerjasama dengan orang yang bahkan dengan diri dan kemampuannya sendiri tidak percaya. Banyak dari pelajar dan mahasiswa yang tidak percaya diri terhadap kemampuannya ketika menempuh proses pendidikan, salah satu indikasi nya adalah curang atau mencontek pada saat ujian. Itu menandakan bahwa tidak adanya kepercayaan terhadap kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Bukankah cita-cita mulia seorang pelajar atau mahasiswa menjadi seorang pemimipin? pemimpin yang baik salah satunya memiliki sifat menjunjung tinggi terhadap nilai kejujuran.

Disamping itu juga, ketidak percayaan diri disebabkan tidak adanya pengakuan yang spesifik dari sebuah lembaga atau negara terhadap kompetensi yang dimiliki. Sehingga proses asesmen mandiri terhadap kompetensi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan seseorang dan seberapa besar gap antara kompetensi yang dimiliki dan kebutuhan industri terkini tidak terjadi

B. Pengalaman di Dunia Kerja

Salah satu proses yang wajib di tempuh seseorang untuk masuk di dunia kerja adalah pengetahuan dan pengalaman yang empiris terhadap dunia kerja adalah pada proses Pemagangan. Proses pemagangan menjadi momok tersendiri bagi lembaga pendidikan dan perusahaan yang menerima pemagang. Ujung-ujung nya pekerja magang hanya diminta untuk melakukan pekerjaan di luar job desk dan terkesan asal-asalan. Padahal jika proses pemagangan dilakukan secara benar maka pemagang bisa merasakan pengalaman bagaimana melakukan sebuah pekerjaan, bagaimana memanage pekerjaan, bagaimana menyelesaikan permasalahan dalam pekerjaan, bagaimana mengikuti aturan atau SOP dan bagaimana menyesuaikan dalam kondisi yang berbeda. Yang notabene itu sangat sulit sekali di simulasikan pada proses pembelajaran. Karena selain Dimensi Kompetensi yang harus di kuasai oleh seorang profesional, Soft Skills dan Employibility skills juga penting untuk sebuah karir yang sukses dan cemerlang. Employibility Skills antara lain keterampilan komunikasi, team work, problem solving, inisiatif dan enterpreneurship, perencanaan dan perorganisasian, pengelolaan diri, belajar dan penggunaan teknologi.

Yang juga harus dimiliki oleh seseorang yang ingin masuk ke dunia kerja adalah memiliki portofolio. Tidak banyak pelajar atau mahasiswa yang sadar bahwa membangun portofolio itu sangat penting. Karena pertanyaan dari HRD bukan apa saja yang telah anda pelajari, tapi apa saja yang sudah anda hasilkan. Bisa dalam bentuk sebuah produk, pengakuan dari pihak ketiga, penghargaan, dokumentasi dan publikasi atau bahkan income dari hasil penjualan. Sebaiknya seorang pelajar atau mahasiswa mulai membangun portofolio sedari dini, bisa dari hal yang sedehana seperti menulis dan menuangkan apa yang sudah di pelajari kedalam sebuah website atau blog pribadi.

C. Multi Kompetensi

Ketika kita mencari sebuah pekerjaan di sebuah porta penyedia lapangan pekerjaan, sering kita temui kualifikasi yang cukup berat dan beragam. Contohnya lowongan pekerjaan sebagai seorang Staff IT dimana dipersyaratkan mengerti instalasi komputer, mengerti desain dan paham tentang programming. Atau lowongan seorang driver yang wajib memiliki kemampuan sebagai seorang sopir dan paham penggunaan teknologi IT. Hal ini menurut sebagian calon pekerja merupakan hal yang tidak mungkin bahkan tidak baik karena mencari kandidat seperti itu tidak lah mudah. Namun kenyataannya sebuah perusahaan rintisan yang notabene kemampuan financial nya masih lebih rendah di banding dengan pekerjaan yang harus di lakukan. Dan perusahaan rintisan atau perusaaan kecil lebih banyak membutuhkan dan meyerap tenaga kerja di bandingkan dengan perusahaan besar yang mempekerjakan profesi yang lebih spesifik. Tentunya kemampuan dan kewajiban financial nya juga lebih besar.

D. Networking

Selain referensi dari portofolio yang telah di buat, tentunya referensi seseorang terhadap anda juga penting. Karena HRD tidak mengetahui secara spesifik terhadap kompetensi yang anda miliki. Profil anda tidak dapat di temukan di internet atau bahkan referensi pertemanan atau rekam jejak anda di internet dinilai negatif. Oleh karena itu penting untuk membangun pertemanan atau networking yang sehat baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Bangun image positif anda dan posisikan diri anda sebagai seorang yang memiliki kemampuan dan kemauan yang baik dalam mengerjakan sesuatu. Salah satu cara networking yang sehat antara lain memajang bukti kompetensi anda di internet. Sehingga orang yang mencari kandidat dapat dengan mudah menemukan pekerja sesuai dengan kebutuhan.


PENTINGNYA SERTIFIKASI

Sertifikasi profesi atau sertifikasi kompetensi memiliki beberapa tujuan. Antara lain untuk merekognisi kompetensi, mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran dan memudahkan dalam pengembangan karir dan produktivitas.

Bagi Pencari Kerja

Tentunya sertifikasi merupakan hal yang positif bagi calon pekerja atau pencari kerja. Sertifikasi merupakan solusi dari kendala-kendala pencari kerja yang sudah di bahas sebelumnya. Karena sertifikasi memiliki manfaat antara lain:

  • Mengetahui standar industri baik dari sisi kemampuan yang harus dimiliki, pegetahuan dan sikap kerja yang dibutuhkan
  • Mengumpulkan dan menghasilkan portofolio berkualitas pada saat proses Uji Kompetensi
  • Memiliki kompetensi pendukung yang dibutuhkan
  • Membedakan dengan kandidat lain yang tidak memiliki sertifikat

Bagi Profesional

Tidak hanya bagi para pencari kerja, sertifikasi juga bermanfaat bagi orang yang sudah bekerja. Manfaat dari sertifikasi antara lain:

  • Menunjang Karir profesional
  • Mendapatkan upah yang lebih tinggi dari kompetensi yang dimiliki
  • Mendapatkan pengakuan dari asosiasi profesi

Bagi Perusahaan atau Industri

Bagi perusahaan penerima pekerja bersertifikat, manfaat yang didapatkan antara lain:

  • Mendapatkan pekerja yang sesuai dengan spesifikasi atau kualifikasi yang di butuhkan
  • Proses perekrutan menjadi lebih mudah
  • Membantu dalam penyusunan remunerasi dan pengembangan karir berbasis kompetensi
  • Meyakinkan pengguna jasa/produk atau klien bahwa produk/jasa yang di hasilkan oleh SDM yang kompeten
  • Pengakuan dari asosiasi industri dan pemerintah

Bagi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

Lembaga pendidikan khususnya pendidikan vokasi sudah banyak yang menjadi lembaga sertifikasi maupun tempat uji kompetensi. Manfaat dari sertifikasi untuk lembaga pendidikan antara lain:

  • Memastikan adanya link and match antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
  • Memenuhi aturan regulasi dari pemerintah
  • Memastikan kurikulum yang dipakai terus di update sesuai dengan evaluasi dan kerjasama dengan industri
  • Meningkatkan pencapaian hasil dalam proses pendidikan dan pelatihan


SISTEM KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Landasan Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi(BNSP)
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.
  6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  7. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK

Sumber Daya Sertifikasi

  1. Skema Sertifikasi
  2. SKKNI
  3. Tempat Uji Kompetensi
  4. Asesor Kompetensi

Tugas dan Fungsi BNSP

  1. Pelaksanaan dan pengembangan sistem sertifikasi kompetensi kerja.
  2. Pelaksanaan dan pengembangan sistem sertifikasi pendidikan dan pelatihan vokasi.
  3. Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional.
  4. Pengembangan pengakuan sertifikasi kompetensi kerja nasional dan internasional.
  5. Pelaksanaan dan pengembangan kerjasama antar lembaga, baik nasional dan internasional dibidang sertifikasi profesi.
  6. Pelaksanaan dan pengembangan sistem data dan informasi sertifikasi kompetensi kerja yang terintegrasi

lsptd

avatar

Olehadmin

0 0 0 83

Apakah artikel ini membantu ?

0 Komentar
avatar
Visitor